Tomat | Solanum lycopersicum

Siapa yang tak kenal dengan tomat. buahnya merah segar, ada juga yang hijau, seringkali digunakan untuk bubmbu pelengkap masakan, selain itu tomat juga sering dijadikan jus, atau bisa juga dimakan langsung. Di balik kelezatan tomat, ternyata buah ini memiliki kandungan yang biak untuk tubuh.
m
Selain sebagai panganan, tomat juga memiliki nilai sebagai obat untuk menanggulangi gejala rematik, influenza, nyeri sekujur tubuh, neyi berat diserati demam, sakit kepala, perut perih dan menusuk, serta mata cekot-cekot, hidung brelendir, pilek berat, sukar bernafas, jantung berdetak cepat, suara serak, batuk, suara parau, dan buang air kecil.
Menurut sebuah penelitian dari Ansari MS (2003) meyebutkan bahwa kandungan likopen pada tomat dapat mencegak terjjadinya kanker prostat.
Penelitian lain menyebutkan bahwa tomat memiliki kemampuan untuk mneegak peracunan efek samping anti kanker dokoosorubisin pada jantung.
Ekstrak tomat mengandung karotenoid seperti likopen, betakaroten, dan vitamin E, yang dikenal sebagai antioksidan yang bekerja melumpuhkan radikal bebas dan memperlambat proses aterosklerosis. Pengobatan jangka pendek dengan ekstrak tomat yang kaya anti oksidan akan menurunkan tekanan darah tipe 1 yang resisten dengan obat.
Selain itu mengonsumsi uah tomat segar atau produknya setiap hari dapat melindungi kerusakan DNA. Karena kerusakan DNA menyangkut dalam patogenesis kanker prostat, maka suplemen tomat yang teratur setiap hari akan dapat mencegak penyakit tersebut.
Namun hati-hati dengan tumbuhan yang masih hijau, karena daun, ranting, dan buah tomat yang belum matang mengandung racun solanin yang bersifat toksik untuk manusia dan hewan.