Manfaat Utama tanaman Bunga Pagoda bagi kesehatan

FAMILIA: Verbenaceae
SINONIM:
▪ C. Kaempferi (Jacq.) Sleb.
▪ C. paniculatum L.
▪ Volkameria japonica Thunb.

NAMA DAERAH: senggugu, tumbak raja (Bali) . Pagoda flower (nama asing).

URAIAN TANAMAN:
Perdu meranggas, tinggi 1-3 m. Batangnya penuh dengan rambut halus. Biasa ditanam di taman-taman, pinggir jalan raya daerah luar kota atau di pekarangan sebagai tanaman hias.
Daunnya tunggal, bertangkai, letak berhadapan, bentuknya bulat telur lebar, pangkal berbentuk jantung, daun tua bercangap menjari, panjang dapat mencapai 30 cm.
Bunga majemuk yang terbentuk dari bunga kecil-kecil yang berkumpul membentuk piramid, warnanya merh, keluar dari ujung tangkai. Buahnya bulat.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
▪ Akar : pahit dan dingin. Anti radang, peluruh kencing, menghilangkan bengkak dan bekuan darah.
▪ Daun : manis, asam, agak kelat, dan netral. Anti radang dan menghisap nanah.
▪ Bunga : manis dan hangat.

BAGIAN YANG DIPAKAI: akar, bunga, dan daun. Akar dikeringkan.
▪ Akar :
◦ sakit pinggang dan ngilu pada rematik.
◦ Luka terpukul
◦ TBC paru yang disertai batuk dan batuk darah
◦ Wasir dan disentri
▪ Daun :
◦ Untuk pemakaian luar pada bisul, koreng, dan luka terpukul.
▪ Bunga :
◦ Penambah darah, keputihan.
◦ Wasir
◦ Susah tidur.

PEMAKAIAN:
▪ Akar :
Untuk minum: 30-90 gr direbus atau dijadikan bubuk.
▪ Daun :
Untuk pemakaian luar: daun segar dilumatkan, bubuhkan pada tempat yang sakit.
▪ Bunga :
Untuk minum: 30-90 gr direbus.
Untuk pemakaian luar: bunga segar dilumatkan halus, air perasannya untuk mengolesi bagian yang sakit.

CARA PEMAKAIAN:
▪ Wasir berdarah: 60 gr akar atau bunga tanaman bunga pagoda dimasak dengan usus sapi untuk dimakan.
▪ Koreng dan bisul: daun segar dicuci bersih lalu dilumatkan dengan madu untuk dibubuhkan pada tempat yang sakit.
▪ Susah tidur: bunga atau akar dijadikan bubuk, dicampur dengan arak manis untuk diminum.