Temi Sumarlin hijab, jawaban Hijab, Antara Kewajiban dan Lifestyle at kaskus - Fashionpreneur Muse 101 dan Temiko

Assalamualaikum Wr Wb

Hallo agan dan aganwati. ane Temi Sumarlin, sudah ada di Kaskus buat ngejawab pertanyaan agan-agan. Btw saya akan menjawab sesuai kapasitas yang saya tahu di bidang yang saya tekuni sekarang yaitu di fashion, dan kebetulan saya memiliki usaha yang fokus pada fashion hijab. Semoga sharing kita siang ini, bisa bermanfaat.

Q. pertanyaan ane neh, alasan mendasar berhijab untuk apa ?
A. Bismillahirahmanirahim, saya jawab ya gan. Pertamakali berhijab itu tahun 2010, di tahun itu belum ada komunitas hijab seperti sekarang ini. Saat itu yang membuat saya akhirnya sadar, karena begitu banyak hal dalam hidup yang Allah SWT kasih pada saya, tapi saya sendiri sebagai muslimah, kok menjalankan kewajiban saja menutup aurat tidak dilakukan. Walaupun awal mulanya, selalu terpikir nanti gak bisa kerja ini itu, tapi keyakinan menjalankan perintah Allah, InshaAllah , Allah SWT memberikan dan membukakan pintu rejeki, Akhirnya, Bismillah saat itu saya menutup aurat.

Q.langsung aja yah ke pertanyaan, pertanyaan ringan kok

1. kapan awal Teh Temi menjadi Desaigner yg fokus pada hijab ?
2. kenapa Teteh milih jd desaigner hijab ?
3. kasih tips donk teh, buat para cewek2 muslim yg belum berhijab agar bisa menutup auratnya

mungkin itu aja c
terima kasih untuk jawabannya
A. 1. fokus di tahun 2011


2. Karena saat itu saya sudah berhijab, dan ilmu agama saya masih dangkal dan masih terus belajar, jadi kalo saya mau ngajak / syiar, pasti melakukan yang saya bisa, dan 2011 saya memutuskan fokus untuk di fashion hijab.

3. Tipsnya gampang sih, Ingat aja itu bukan pilihan, tapi kewajiban (perintah) yang tdk bisa dibantah, di luar sudah syarie atau belum, keinginan menutup aurat dulu itu harus sudah di apresiasi

Q. menurut teteh, kemajuan apa sih yg paling besar dalam hijab dari dulu sampe sekarang?
terus gimana pendapatnya ttg org2 pake hijab cuma buat gaya?
A. Kemajuannya menurut ane sih lebih ke saat ini banyak muslimah yang tertarik untuk menutup auratnya, dengan persepsi berhijab itu tidak kuno lagi, dengan hal ini tentunya jadi gerbang yang positif ke arah perbaikan, karena banyak yang tertarik menutup aurat, InshaAllah, dengan niat yang baik, asal terus mau belajar dan kita sama sama belajar, bisa jadi muslimah yang lebih baik.

Pendapat ttng orang yang berhijab hanya untuk gaya, menurutku sih, selama trendnya positif kenapa enggak? trend berhijab itu masih positif dibandingkan dengan misalnya trend pakai drugs. Tapi kita sebagai sesama muslimah punya kewajiban untuk saling mengingatkan dengan cara yang baik, seperti yang diajarkan oleh Rassululah, untuk terus bisa mengupgrade diri jadi muslimah yang lebih baik. Berawal dari gaya-gayaan, eh bisa keterusan karena nyamannya berhijab dan istiqomah, amin InshaAllah.

Q. mo tanya nih hijab yg ketat2 dan tembus pandang tuh ada dalilnya ngga?
trus hijab ,jilbab bedanya apa se?
trus kalo hijab nya pakek emas/perhiasan ntu boleh ngga seh??
lalu boleh ngga orang yg non muslim pake hijab? kan banyak tuh bule2 yg penasan pengen coba hijab
bener ngga kalo udah pake hijab gak boleh dilepas lagi kecuali kalo dirumah
A. 1. Hijab yang ketat atau tembus pandang? heheheh kayak plastik ya gan, tentunya hijab itu ada aturan yang sesuai dengan syariat Islam. Tidak boleh membentuk tubuh apalagi nerawang hehehe

2.Hijab itu bagian dari jilbab. Jadi wanita muslim sudah seharusnya berjilbab, menutup auratnya dengan sempurna, tidak hanya menutup kepalanya saja,tapi seluruh tubuhnya yang dikategorikan aurat.

3.Wanita di mata islam itu sangat dimuliakan, makanya Allah mewajibkan muslimah untuk berhijab. Dan Islam sangat menyukai kesederhanaan. Alangkah baiknya bila dalam keseharian, kita berpenampilan tidak berlebihan, karena sifat manusia, biasanya sering kali senang menyombongkan diri. Cantik yang sederhana dan elegan lebih baik

4. Bule berhijab, wah kenapa tidak, mungkin dengan mencoba, mereka malah tertarik dengan Islam dan hijrah ke Islam, karena Islam agama yang sangat terbuka dan demokratis. Tidak pernah membeda-bedakan si kaya dan si miskin, si putih dan si hitam, atau bule loka atau interlokal , dunia fashion hijab sekarang harus dijadikan medium syiar Islam, dan ketika Paris, Prancis saja sudah berkiblat pada Indonesia untuk Fashion Muslimnya, itu Subhanallah. Dan jadi PR kita untuk selalu memantau agar tidak keluar koridor agama Islam.

Q. katanya kalo pake hijab itu harus yg syar'i (tidak tipis, panjang, modelnya yg simple gak di macem''in) tapi jaman sekarang kan cwk'' modern pngn tampil modis dengan berhijab, faktanya hijab yg modis itu tdk tergolong syar'i
A. Betul gan, Berhijab/jilbab menurut agama Islam memang seharusnya syar'i, walaupun ada beberapa pendapat mengenai syar'i ini. Ada beberapa ulama yang mengatakan , berbaju tertutup dan menutup kepala dengan leher terbuka gak masalah, ada yang harus menutup dada dan berbaju longgar. Tapi menurutku, yang paling penting, kita kembali pada tujuan kita berhijab untuk apa. Berjilbab/berhijab kalau menurutku ya memang menjalankan kewajiban sebagai muslimah, dan tentu menjauhkan kita dari fitnah dengan behijab, jadi "modis" itu dalam konteks apa dulu modisnya. Kalau sudah jauh dari yang dianjurkan oleh agama islam ya tentu tidak boleh, namun ketika "modis" ini konteksnya adalah berdandan cantik tidak berlebihan, membuat kenyamanan bagi orang-orang berinteraksi dengan nya menurutku tidak masalah.

Q. Sedikit pertanyaan saja teh Temi,

    bagaimana tanggapan teh Temi tentang Hijaber yang fasionable ? udah gitu kan harga pasti mahal-mahal tuh, sesuai dengan fungsinya gak sih hijab yang seperti itu ?



mungkin itu aja
A. Hijabers itu istilah kekinian ya, yang ditujukan untuk muslimah berhijab dengan dandanan fashionable, padahal dari dulu wanita berhijab sudah banyak tapi istilah ini tidak pernah muncul , menurutku, fashionable, cantik, itu kan kata sifat yang sangat subjektif. Menurut agan fashionable menurutku biasa saja, menurutku fashionable bisa jadi buat agan tidak. Yang pasti sih sekecil apapun perubahan kalau kearah yang lebih baik, harus di apresiasi. Jadi kalau ada wanita berhijab dan terlihat fashionable gak masalah,selama tidak berlebihan.

Pakaian berhijab mahal-mahal? ehmm enggak juga sih, justru menurutku wanita muslimah itu kreatifitasnya sangat diuji. Karena harus bisa memadu padankan dari inner sampai dressnya. Gak harus mahal kok, selama kita bisa mix atau bahkan kreatif buat sendiri, malah jadi murah

Q. Gimana pendapat agan tentang perbedaan Hijab sebagai Fashion dan Hijab sebagai kewajiban ?
A. Menutup aurat itu kewajiban, dan fashion itu hanya ornamen. Jadi kalau mau trendy pun tetep dalam koridor yang baik

Q.Halo Teh Temi

Mau tanya, fungsi hijab yang sebenarnya dalam Islam kan menutupi aurat serta keindahan wanita yang dapat menarik hati lelaki asing, sehingga dengan hijab itu wanita bisa terjaga kehormatannya? Iya kan, teh?

Nah, tapi hijab sekarang suka disalah artikan, hingga melenceng dari fungsi syar'inya.
Banyak yang pakai hijab gaul modis justru supaya terlihat cantik dan gaya dan seolah dia adalah seorang hijaber yang berusaha menutup aurat padahal nggak
Dan karena itu pula ia terlihat semakin tampak kecantikannya di hadapan lelaki yang bukan mahromnya.
Waduh, bukannya redamin nafsu yang bukan muhrim, malah memancing ini namanya


Dan sayangnya juga, kebanyakan saat ini hijab emang cuma sebagai trend aja, misalnya ditempat kerja atau lagi kuliah/sekolah mereka pakai hijab, kalau pulang ya teteup teh pakai pakaian seksi

Kalo cewek berhijab itu ya (teorinya) paling nggak tingkah lakunya harus lebih baik daripada mereka yang tidak pakai hijab, mulai dari hal yang paling kecil deh, misalnya nggak ngomongin orang, ngomongnya yang sopan, yang paling penting juga tuh masalah sholat, kebanyakan cewek-cewek teman aku yang berhijab sholatnya jarang-jarang tuh, ya tadi itu, mereka berhijab cuma karena sedang trend aja

Sayang banget kan teh


Pertanyaannya, Kaskus.Update kan nulisnya "Nah di bulan Ramadhan ini, kita akan kedatangan seorang muslimah cantik yang akan sharing tentang makna Hijab di masa sekarang ini yaitu Temi Sumarlin.

Aku mau tanya penekanan kata "Masa Sekarang" nya.
Emangnya berhijab "Masa Sekarang" dan "Masa Dulu" beda ya teh?
Jangan-jangan bedanya kayak yang aku sebutin diatas



Itu aja teh, nuhun
Doain aku cepet nyusul bisa pake hijab ya teh
A. wah pertanyaan aganwati ini panjang ya, hehehe nanya apa curhat nih? Wah serem juga ya kalau berhijab malah menimbulkan syahwat lelaki. Memang fungsi menutup aurat sendiri adalah agar terhindar dari fitnah, dan tentunya hal-hal itu tadi, dilecehkan atau apapun itu. Namun jika masalah ada yang kerja, namun diluar kerja dia melepas jilbabnya, menurutku itu memang hak masing-masing orang. Kebetulan saya punya karyawan, yang kebetulan dalam kesehariannya dia belum behijab, namun karena saya mewajibkan karyawan saya berhijab, akhirnya dia bekerja dengan berhijab, walaupun saat itu dia pulang pasti melepas jilbabnya. Namun dengan proses, dan sya selalu mengingatkan pelan-pelan bahwa menutup aurat itu adalah kewajiban,
juga ya

Nah kalau ada wanita berhijab masih kelakuannya buruk, memang sebetulnya sangat disayangkan. Namun kita harus garis bawahi bahwa antara hijab dan ahlaq itu 2 hal yang berbeda. berhijab/jilbab adalah identitas diri kita sebagai muslimah, dan ahlaq terbentuk karena banyak faktor, misalnya lingkungan. Tapi biasanya jika muslimah tersebut menyadari betul fungsi hijabnya, maka dia akan merubah sikap, sifat dan akhlaqnya menjadi lebih baik. Hijab dan Jilbabnya jadi allert untuk diri kita.

Wah, sangat di doain semoga segera berhijab ya, kejar terus hidayanya. Hidayah jangan ditunggu tapi harus dicari

cara sukses ala temi sumarlin


    Bermula dari kecintaan akan dunia fashion dan kesulitan mencari baju untuk tubuhnya yang berukuran mungil, Temi Sumarlin menemukan jalan menjadi desainer busana muslim. Kini, Temiko by Temi Sumarlin punya penggemar tersendiri.

Dunia menggambar rancang busana jauh dari Temi. Latar belakang pendidikannya saja Jurnalistik Fikom Unpad. Namun, berbekal passion di dunia fashion, Temi terpacu melahirkan karya. Kebetulan, saat masih bekerja sebagai penyiar di salah satu radio perempuan pada 2002, Temi dipercaya memproduseri program fashion.

Sejak saat itu, perempuan kelahiran Bandung, 6 Februari 1984, itu menjadi begitu dekat dengan dunia fashion, tapi masih di luar lingkaran pelaku. Dia sebatas menjadi penikmat fashion. Keadaanlah yang akhirnya ‘memaksa’ Temi melahirkan busana desainnya sendiri. Terlahir dengan perawakan mungil, justru membawa berkah tersendiri. Karena kesulitan mencari baju yang pas dengan postur tubuhnya yang umut-imut, Temi membuat baju untuk dipakai sendiri. Itu dilakoninya mulai 2004. Ternyata, baju rancangannya banyak yang suka dan tak sedikit yang meminta dibuatkan.

Melihat pangsa pasar terbuka lebar, Temi memutuskan menjajal peruntungan di bidang fashion dan melahirkan brand Temiko by Temi Sumarlin pada 2010. Sempat menjalani dua pekerjaan sekaligus sebagai fashion designer dan masih bekerja di kantor, Temi akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari kantor pada awal 2011. Dia fokus menjalani profesi baru sebagai desainer busana muslim.

Tak memiliki latar belakang sekolah desain tak membuat perempuan ramah ini patah arang. Justru dia tertantang belajar secara otodidak seluk-beluk dunia fashion. Menggali ilmu dari buku, internet, hingga mengikuti sejumlah workshop. Temi pun tak malu bertanya kepada sesama desainer, yang senior sekalipun. Terbukti, pilihannya menekuni profesi desainer tak salah. Brand Temiko by Temi Sumarlin cepat dikenal dan disukai kalangan pemakai hijab.

Tapi Temi termasuk orang yang tak lekas berpuas diri. Dia berkeinginan memasukkan busana muslim ke dalam mal besar. Menurutnya, tak mudah mewujudkan impian itu karena busana muslim masih dipandang sebelah mata. Dianggap tidak modern dan tidak trendi.

When there is a will, there is a way. Dengan perjuangannya, Temi berhasil membuka gerai di Plaza FX bernama Muse 101. Dia menggandeng 16 desainer muslimah lainnya untuk meramaikan tempat itu dengan aneka ragam koleksi busana muslim terkini. Di situ Temi menjabat sebagai Managing Director.

Eksis dengan brand-nya, Temi tak lantas berpuas diri. Dia terus melakukan beragam upaya supaya tetap bisa bertahan di jagad desainer Indonesia. Setiap perancang busana memiliki ciri khas. Itu yang dipegang Temi. Dia menekankan pada ciri khas yang menjadi signature-nya, yakni bermain warna (fun & playfull), dan selalu mengeluarkan outer pada setiap season.

“Saya tidak pernah mengharamkan warna. Saya senang mengekspresikan diri dengan warna. Seperti sekarang lagi Summer, banyak main warna-warna terang. Cutting saya simple, tidak suka banyak tumpuk. Desainnya bisa di-mix and match dengan koleksi saya yang lain.”

Dalam berbisnis, terutama fashion, penting untuk menentukan target segmen pasar. Temi menyasar kalangan middle A-B, kaum urban muslimah, duduk di bangku kuliah, pekerja fresh graduate, hingga yang berusia 30 tahun. Kuncinya, berusia dan berjiwa muda. (RA)