Cara cepat membaca Karakter orang lain

Disini saya akan bercerita bagaimana mengetahui sifat seseorang dari cara berbicara dan tingkah laku,hanya dalam 1 menit anda melihat orang tersebut.ini bukan teori asal asalan,karena ini berdasar pengalaman saya bertahun tahun,itulah kenapa saya milih milih dalam berteman dan tidak punya banyak teman.karena saya telah tau bagaimana sifat seseorang dari cara berbicara.

Pada dasarnya ada juga cara saya yang lain,yaitu hanya dengan melihat raut wajah.tapi ini tidak 100% manjur,dan harus di gabungkan dengan cara yang paling atas.

Cara mengetahui sifat seseorang ini sangat mudah untuk anda fahami.perhatikan teori yang di bawah.tapi ingat..ini berlaku jika anda sudah mendengar orang tersebut berbicara atau anda berbicara dengannya;

1. TIDAK MAU MENDENGAR DAN HANYA MAU DI DENGAR:
pastinya anda pernah jumpa orang seperti ini,misalnya dia berbicara berkobar kobar dan berbicara terus tanpa memberi orang lain bicara,dan kita hanya sebagai pendengar.ketika giliran kita berbicara,dia malah gak mau mendengarkan.nah sifat dan karakter tipe orang seperti ini adalah:

-pemalas

-cerdik

-pembohong/pembual.

-suka merendahkan orang lain.

-sombong merasa paling hebat

-tidak bertanggung jawab

-pemarah


-keras kepala


-mau menang sendiri

-pengecut,berani cuma dirumah,dah kayak guk..guk..


2.SELALU MEMOTONG PEMBICARAAN:
anda pasti pernah mengalaminya.ketika anda sedang berusaha menjelaskan cerita atau berbagi pendapat,tiba-tiba pembicara'an anda di potong atau di bantah,maka sifat dan karakter dari orang seperti ini adalah;

-matrealistis

-suka nyuruh nyuruh

-keras kepala

-tidak dapat di bantah

-tidak ada toleransi

-penjilat,licik.

-bermuka dua/musang berbulu domba.

-kejam

-manis di depan tapi menjelek jelekan di belakang.

-keinginannya kuat dan harus tercapai apapun caranya.

-mengorbankan orang lain demi ambisi.

-egois,pelit,serakah,kikir.

-berbicara menyakitkan hati,dan sombong serta membanggakan diri sendiri.




3.TIPE PENDENGAR:
Jika anda mendapati seseorang betah menjadi pendengar,dengan ekspresi wajah sesuai dengan topik pembicara'an,serta hanya menjawab dengan anggukan,sambil tangan di dagu atau di kepala.maka sifat dan karakter tipe ini adalah:

-pemikir

-pengalah

-berwawasan

-tidak sombong

-rendah hati

-hemat,pelit

-empati tinggi

-suka melamun

-pemalu

-penyendiri

-tidak suka berdebat

-Pengalah

-punya toleransi

-keras kepala

-tidak mau di gurui

-pantang di rendahkan

-pendendam

-main tusuk belakang.

-Cerdik

-pandai memainkan peran

-susah di singkirkan

-Pemberontak pada sistem yang kaku.

-emosi labil

-jarang bicara,jika berbicara pedas,dan tajam.

-Suka protes dan kritikannya tajam dan terarah hingga target tak berkutik

-tidak berjalan sesuai pola

-susah di tebak

-tidak suka pembicara'an yang topiknya di ulang ulang.

-mudah bosan

-pemuak


Spoilerfor 4. DIAM TAPI TANPA EKSPRESI DAN TANPA UMPAN BALIK:
anda akan mendapati tipe orang seperti ini,maka tipe seperti ini punya karakter;

-penurut

-sabar

-gampang di yakinkan

-tidak punya ide

-otaknya kosong

-mengikuti sistem yang kaku

-baik

-pelit

-ramah

-mudah mema'afkan

-tulus

-berjalan sesuai pola

-tidak mau berfikir

Nah..sekarang udah tau blum,saya tau karakter di atas karena saya telah mengamati dengan cermat orang lain.makanya saya gak punya teman dekat.


"Cara cepat membaca karakter orang lain: lihat cara
mereka memperlakukan orang-orang yang mereka pikir
tidak dapat berbuat apa-apa."
 Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar dan
suaminya yang
berpakaian
 sederhana dan terlihat usang, turun dari kereta api
di Boston, dan
 berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan
Harvard University
dan
 meminta janji temu. Sang sekretaris langsung
mendapat kesan bahwa
orang
 kampung, udik seperti ini tidak ada urusan di
Harvard dan bahkan
mungkin
 tidak pantas berada di Cambridge.
 "Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata sang
Pria lembut.
 "Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris
cepat.
 "Kami akan menunggu," jawab sang Wanita.

 Selama 4 jam Sekretaris itu mengabaikan mereka,
dengan harapan bahwa
 pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan
pergi. Tetapi
ternyata
 tidak, dan sang sekretaris mulai frustrasi dan
akhirnya memutuskan
untuk
 melaporkan kepada sang Pimpinan.
 "Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa
menit, mereka akan
 pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard.
 Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan
mengangguk. Orang
sepenting
 dia pasti tidak punya waktu untuk mereka, tetapi dia
tidak menyukai
ada
 orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang
diluar kantornya.
 Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju
pasangan tersebut.
 Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang
putra yang kuliah
 tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai
Harvard dan bahagia di
sini.
 Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena
kecelakaan. Kami ingin
 mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di
kampus ini." Sang
 Pemimpin Harvard tidak tersentuh... dia bahkan
terkejut.
 "Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa
mendirikan tugu
untuk
 setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau
kita lakukan
itu,
 tempat ini akan seperti kuburan."
 "Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat,
"Kami tidak ingin
 mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan
sebuah gedung untuk
 Harvard."
 Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap
sekilas pada baju
pudar
 dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak,
"Sebuah gedung!
 Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung?! Kami
memiliki lebih
dari
 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard."
 Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang
Pemimpin Harvard
senang.
 Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang
wanita menoleh
pada
 suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu
biaya untuk
memulai
 sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri
saja?" Suaminya
 mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan
kebingungan.
 Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan
pergi, melakukan
 perjalanan ke Palo Alto, California, dimana mereka
mendirikan sebuah
 Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah
peringatan untuk
seorang
 anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.

Renungan :
Anda bisa dengan gampang menilai karakter Anda dan
dengan melihat bagaimana Anda memperlakukan
orang-orang yang Anda pikir tidak dapat berbuat
apa-apa untuk mereka (by Malcolm Forbes).

Kadangkala kita menilai seseorang hanya dari apa yang
terlihat dimata kita: dari cara berpakaian nya, bentuk
tubuhnya, tetapi kenapa kita tidak mencoba belajar
melihat dengan menggunakan hati kita??

Selamat pagi dan selamat bekerja. Tuhan memberkati

Best Regards,
     NN