Pembunuh Istri Polisi di lampung Masih Berstatus Mahasiswa

Kombes Nurochman mengatakan, tersangka pembunuhan Melani, istri Brigadir Agus Setiawan bernama Andre Septa Pubian Putra, masih berstatus mahasiswa.

"Tersangka merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Bandar Lampung," tutur Nurochman kepada wartawan, Jumat (24/5/2013).

Kondisi Brigadir Agus Setiawan, anggota Satuan Lalu Lintas Polresta Bandar Lampung yang menjadi korban penikaman, semakin membaik. Nurochman mengaku sudah mendapat kabar bahwa Agus sudah mulai menggerakkan tangannya.

"Kondisi sudah membaik. Tangannya sudah bergerak-gerak," imbuhnya.

Agus masih membutuhkan 15 kantong darah golongan B untuk membantu memulihkan kondisi kesehatannya. Rekan Agus, Brigadir Tubagus Azwar Sazali mengatakan, kondisi Agus sudah membaik. Agus bahkan sudah menjalani operasi dua kali.

Menurut Azwar, operasi pertama dilakukan pada Jumat dini hari. Kemudian, operasi kedua dilakukan pada Jumat siang.

“Alhamdulillah, kondisi Agus sudah membaik. Walaupun masih belum sadar, sudah ada perkembangan. Mohon doanya saja untuk kesembuhan Agus,” papar Azwar.

Agus adalah korban penikaman dari Andre Septa Pubian Putra. Penikaman terjadi pada Kamis (23/5/2013) sore di Kantor PTPN 7. Melani, istri Agus, juga menjadi korban penikaman Andre. Akibat penikaman itu, Melani meninggal dunia. (*)

.........
Meilani, istri anggota Satuan Lalu Lintas Polresta Bandar Lampung Brigadir Agus Setiawan, tewas ditikam Andre Septa Pubian Putra, Kamis (23/5/2013) sekitar pukul 17.30 WIB.

Sementara, Agus sekarat karena tikaman Andre. Agus sampai saat ini dirawat di Rumah Sakit Advent, Bandar Lampung.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Nurochman membenarkan adanya peristiwa pembunuhan itu.

"Ya benar, ada pembunuhan terhadap Meilani, istri anggota lantas Polresta," ujarnya saat diwawancara Tribun Lampung (Tribunnews.com Network) di mapolresta, Kamis (23/5/2013) malam.

Nurochman mengatakan, Andre adalah adik dari istri muda ayah Meilani.
"Penyebabnya untuk sementara karena masalah keluarga," imbuh Nurochman.

Nurochman mengatakan, awalnya Meilani bersama suaminya, Agus dan ibu Meilani mendatangi Erwin, ayahnya, di Kantor PTPN 7 di Jalan Teuku Umar pukul 17.00 WIB.

Ketika datang, di kantor tersebut ada istri muda dari ayah Meilani. Saat itu, terjadi ribut mulut antara ibu Meilani dengan istri muda ayah Meilani.

Nurochman mengutarakan, saat pertengkaran antara Meilani, ibunya dan Agus dengan Erwin, ayah Meilani, serta istri muda Erwin, Meilani yang merasa kesal, papar Nurochman, lalu masuk ke dalam mobil dan menabrakkan mobilnya ke mobil Andre. Andre marah. Ia keluar dari dalam mobil sambil membawa sebilah badik.

"Sempat terjadi adu mulut antara Meilani dengan Andre. Andre kemudian menusuk dada dan perut Meilani," kata Nurochman, Jumat (24/5/2013).

Melihat istrinya bersimbah darah, Agus berlari dan mendekati Meilani. Agus lalu terlibat perkelahian dengan Andre. Saat perkelahian itu, Andre menikam Agus di bagian perut. Saat peristiwa, ada anggota Brimob yang berjaga di PTPN.

"Anggota Brimob itu yang menangkap Andre. Andre kini kami tahan untuk menjalani proses hukum," cetus Nurochman.

Polisi mengamankan barang bukti berupa satu bilah badik yang digunakan Andre untuk menikam Meilani dan Agus. (*)